AIR MANCUR RAKSASA DI LAUT KLAYAR

air mancur pantai klayar

Pacitan tidak habis-habisnya menyajikan keindahan alamnya. Sudah didaulat sebagai kota 1001 goa masih belum cukup untuk menggambarkan kekayaan Pacitan. Dari lautnya, Pacitan memberikan kejutan kepada para petualang dengan pantai Klayar.
Terletak di ujung timur pulau jawa, berbatasan dengan Wonogiri pantai Klayar belum seberapa terkenal. Namun secara lambat laun bergerak menjadi salah satu destinasi wisata laut di Jawa Timur. Sekitar satu tahun terakhir pengunjung pantai Klayar melonjak drastis, terbukti setiap akhir pekan Klayar penuh dengan pengunjung. Ditambah lagi dengan adanya Home Stay di lokasi pantai menjadikan para pengunjung betah berlama-lama menghabiskan liburannya di pantai indah ini.
Udara dingin terhembus dari arah pantai mengalahkan terik panasnya matahari di siang hari. Sebelum melampiaskan penasaran dengan deburan ombak laut timur jawa ini, pengujung bisa menikmati indahnya Klayar dari atas bukit. Sambil menikmati es kelapa muda, sekedar menghela napas selepas perjalanan menuju lokasi.

AIR MANCUR RAKSASA

Selain hamparan pasir putih yang sangat luas, Klayar juga menyajikan keunikan. Air mancur raksasa menjadi pesona tersendiri bagi para wisatawan untuk mengabadikannya. Air mancur ini terjadi karena tekanan gelombag air laut sehingga memaksa air masuk ke dalam lubang batu karang sehingga menyembur kuat ke atas. Kejadian alam ini memang sangat jarang sekali ditemui di dunia. Banyak sekali pengunjung yang tidak mau melewatkan untuk mengabadikan air mancur ajaib ini.
Kalau sedang beruntung, kita bisa mendengar suara suitan yang diakibatkan dari semburan kuat itu. Ya tapi ini jarang sekali, suara itu juga tergantung seberapa kuat semburannya. Tapi yang paling pasti kita bisa berfoto ria dengan latar air mancur raksasa itu.

JALAN BERLIKU DAN BUKIT KARANG
Berjarak sekitar 50 km dari pusat kota Pacitan, mungkin butuh waktu sekitar 1 jam untuk mencapai lokasi. Selama perjalanan kita akan melalui jalan yang berliku-liku melintasi perbukitan. Perbukitan yang penuh dengan batu karang ini dihijaukan dengan pohon-pohon jati tanaman warga sebagai hutan masyarakat.

RUTE AKSES
Kita hanya butuh sedikit berkorban waktu untuk mendapati keindahan alam Pantai Klayar. Karena untuk menuju ke lokasi belum ada angkutan umum, maka kita juga perlu fikirkan dengan apa kita menuju tempat itu.
Ada tiga jalur akses menuju Pantai Klayar, kita bisa menggunaka mobil pribadi atau sewa dan bisa juga menggunakans sepeda motor. Dengan kendaraan itu kita bisa menuju lokasi tanpa berjalan kaki, karena kendaraan bisa diparkir di tepi pantai.

Dari Jogja :

Jika kita dari Jogja kita bisa mengambil rute Jogja-> Wonosari-> Pracimantoro-> Giri Belah-> Punung-> Pantai Klayar. Perjalanan bisa memakan waktu sekitar 2 jam dengan jarak tempuh sekitar 90 km.

pantai klayar pacitan

Advertisements

Eyang Gangsa, Abadi dalam Curug

Cigangsa

Cigangsa berasal dari nama seorang yang diabadikan untuk sebutan salah satu air terjun di kawasan Sukabumi Jawa Barat. Keindahan curug Cigangsa diperkirakan terbentuk dari peristiwa gempa beberapa kali sehingga menciptakan ‘joglangan’ dengan dinding batu. Berbentuk dua tingkatan tangga air terjun mengaliri dinding batu dengan debit air yang terbilang kecil. Sehingga aliran air tidak begitu kuat, itu karena bagian atas curug dibuat bendungan untuk irigasi. Namun juga pintu irigasi dibuka maka debit air juga akan besar.

Batu Masigit

Salah satu pesona keunikan curug Cigangsa adalah adanya batu yang berbentu kubah masjid, sehingga orang setempat menyebut ‘batu masigit’ (batu masjid). Selian itu juga hamparan sawah hijau dan keramaha warga setempat juga membuat kita betah berada di sana. Kita bisa meminta bantu warga setempat untuk menjadi pemandu wisata dan kita bisa menikmati sepuasnya curug Cigangsa.

Tempat

Tepatnya, Curug Cigansa berada di Dusun Batu Susuhunan, Desa Surade Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi Propinsi Jawa Barat.Berjarak 10 km kearah selatan Sukabumi atau 1 km dari kota Kecamatan Surade. Berdekatan juga dengan curug Cikaso yang bisa ditempuh jalan kaki dengan waktu kurang lebih 30 menit.

Rute Menuju Lokasi

Apabila kita berangkat dari Jakarta menuju Sukabumi kita akan menemui pertigaan tugu Surade
Tidak ada petunjuk arah untuk menuju curug Cigangsa, jadi harus tanya-tanya untuk sampe sana. Biasanya mobil diparkir di depan rumah warga sekitar Curug Cigangsa. Memang belum seberapa terkenal dikelola oleh masyarakat dengan sekedarnya. Perhatian dari pemerintah juga belum bisa memaksimalkan situs wisata nan indah ini. Biaya parkir hanya Rp. 12.000 per mobil dan tiket masuk hanya Rp. 3.000 perorang. Murah sekali bukan?
Kita harus berjuang dengan berjalan kaki melintasi persawahan dan menyusuri serta menyeberangi sungai. Belum selesai sampai di situ, bila ingin menikmati keindahan air terjun dari bawah kita masih perlu menuruni tebing curam dan licin. Perlu hati-hati untuk sampai ke bawah mungkin perlu waktu sekitar 20 menit untuk sampai ke bawah tebing.
Tapi yakinlah, rasa capek akan hilang karena sajian alam yang indah dan menyejukkan mata. Akan menjadi tempat yang indah, studio alam untuk berfoto ria.

curug cigangsa

Jika Anda seorang backpacker

Sekedar jadi referensi:
Jakarta/Bandung-> Sukabumi-> Lembur Situ-> Surade-> Ujung Genteng
– Jakarta/ Bandung -> Sukabumi Rp. 40.000 (Bus pariwisata)
– Sukabumi-> Lembur Situ Rp. 6.000
– Lembur Situ-> Surade-> Rp. 20.000-27.000
– Surade-> Curug Cigangsa Rp. 20.000 per orang
Perjalanan bisa ditempuh dalam waktu 10-12 jam

Jika Anda menggunakan mobil pribadi atau sewa :
– Rute 1 : Jakarta -> Ciawi -> Cicurug -> Cibadak -> ditempuh sekitar 2,5 jam kemudian dari Cibadak -> Pelabuhan Ratu -> Cikembar -> Jampang Kulon -> Surade -> Ujung Genteng total perjalanan bisa mencapai 8,5 jam.
– Rute 2 : Jakarta -> Ciawi -> Cicurug -> Cibadak -> Sukabumi -> Jampang Tengah -> Jampang Kulon -> Surade -> Curug Cigangsa ditempuh kurang lebih 7 jam.

Bagi yang ingin meneruskan petualangan bisa dilanjutkan ke tempat yang lain berdekatan dengan curug Cigangsa seperti Curug Cikaso, Curug Ciniti dan lainnya.

Coban Talun, Persembahan alam Jawa Timur

Coban Talun

Satu lagi persembahan dari Jawa Timur, Air Terjun Coban Talun dengan segala pesonanya akan mengantarkan kita pada kepuasan jiwa. Memiliki ketinggian sekitar 75 meter dengan diameter kurang lebih 15 meter dengan pemandangan yang elok di sekitarnya. Bukan hanya air terjun yang membagi kesejukan bagi seluruh pengunjung, tempat ini juga menyimpan banyak pesona. Gemuruh air terjun tentu salah satu yang dirindukan pengunjung. Mandi di kolam pelimpahan air, berendam tentu mengasyikkan sekali, apalagi kalau kita sempatkan untuk berkemah di sekitar air terjun tentu kesan tersendiri bisa menghabiskan malam dengan dinginnya hutan Batu.
Panorama Alam Coban Talun sangat indah mempesona. Batu besar dan batuan berwarna putih yang mendominasi isi sungai, menjadikan kita betah untuk berlama-lama di sana. Kawasan ini malah sudah sering dijadikan area camping ground.

Tempat
Coban Talun berada di kawasan wisatan Bumi Perkemahan Malang, di lereng gunung Arjuna Welirang. Tepatnya di dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Malang. Karena pintu masuk Coban Talun berada di tepi jalan raya di mana lalu lintas angkutan umum melalui situ, maka bukan hal yang sulit untuk menemukan Coban Talun.

Kunikan
Apabila cuaca sedang cerah, maka butiran air yang terhempas angin akan menimbulkan warna pelangi yang sangat indah dan mempesona. Warna pelangi tersebut dapat kita nikmati sepanjang hari di sekeliling tempat curahan air dari atas. Sungguh perpaduan warna sebagai sajian alam yang eksotis.
Namun satu hal yang menjadi catatan, apabila turun hujan maka pengunjung harus meninggalkan lokasi. Untuk menjaga keselamatan, karena saat terjadi hujan deras dikhawatirkan akan terjadi banjir.
Satu lagi, di dekat air terjun terdapat gua peninggalan jepang, tepatnya di dekat aliran air sungai. Namun untuk mencapai ke gua yang berhuruf T itu perlu sedikit perjuangan.

Fasilitas
Karena perhatian yang serius dari pemerintah Kota Batu, maka tempat ini juga dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang membuat para pengujung nyaman. Fasilitas yang ada di objek wisata ini antara lain kamar mandi, WC, air bersih, persewaan tenda, kayu bakar, lampu minyak, generator, dan perlengkapan lain yang berhubungan dengan kegiatan alam.
Bagi yang ingin praktis, tempat ini juga menyediakan warung-warung yang berjejer dengan rapih di pintu masuk. Ada warung makan, warung cindera mata, dan oleh-oleh lain seperti tanaman hias, tanaman buah, stroberi, apel dan berbagai mancam sayuran tentunya khas Kota Batu. Ada juga makanan olahan dari hasil tanaman lokal Batu.

Akses
Jalan untuk menuju Coban Talun masih tananah dan setapak, jadi hati-hati jangan sampai anda terpeleset atau terperosok. Kalau sampai keseleo gara-gara tidak waspada, bisa gagal rencana buat menikmati keindahan alam Coban Talun. Letak yang cukup ekstrem di dekat tebing tinggi, jalannya juga masih dikelilingi rumput dan semak-semak. Namun banyak pengujung yang di sana, ya jangan khawatir kalau tempat ini sepi.
Target pertama kita dalah Terminal Batu, baru dari situ kita naik angkot warga orange dengan tujuan Selecta-Coban Talun, kita bisa minta langsung di turunkan di pintu masuk Coban Talun. Mudah sekali bukan?.

coban talun2

Situ Bagendit, Keindahan dibalik legenda

Situ bagendit
Situ (Danau dalam bahasa sunda) sudah ada sejak tidak tahu kapan orang menghuni Garut. Situ Bagendit berada dekat dari kota Garut, hanya butuh waktu 4-5 menit untuk sampai ke Situ Bagendit. Bisa juga menggunakan jasa andong alias delman.
Jika beruntung kita berkunjung pada saat langit cerah, akan menambah keindahan alam Garut. Ada rakit yang disiapkan pengelola wisata untuk menikmati jernihnya air danau. Kegiatan lain bisa dinikmati sekaligus melepas penat, seperti arena bermain dan pasar rakyat.

Legenda
Konon pada jaman dahulu terdapat suatu kampung dengan penduduk petani. Hasil pertanian mereka selalu bagus dan melimpah, namun kehidupan masyarakatnya tetap saja miskin. Para penduduknya hidup susah, dan hasil panennya tidak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya sampai panen kembali.
Hidup seorang juragan namanya Mak Endit. Ya, mak Endit inilah satu-satunya pengepul hasil panen padi masyarakat desa. Ia orang terkaya di desa itu, sehingga hidupnya berlebih dan sering berfoya-foya. Mak Endit punya centeng yang banyak, ia memonopoli penjualan hasil sawah dengan harga yang rendah. Jika ada yang menolak maka centeng tidak segan-segan melakukan kekerasan atas perintah mak Endit.
Singkat cerita, datanglah seorang nenek pengemis yang hendak minta sedekah ke rumah mak Endit. Alih-alih bukan sedekah yang diberikan malah cacimaki dan amarah yang keluar dari mulutnya. Dengan sangat marah nenek pengemis kemudia menancapkan tongkatnya dan menantang mak Endit untuk mencabutnya.Dengan sombong mak Endit mencabut tongkat namunt tidak berhasil, begitu juga dengan seluruh anakbuah mak Endit.
Akhirnya sang nenek mencabut tongkat dan bekasnya mengeluarkan air yang sangat deras, membanjiri seluruh desa. Mak Endit tak sempat menyelamatkan hartanya sehingga mereka tenggelam.
Sebelum menemui mak Endit, nenek telah memberikan kabar kepada warga setempat untuk mengungsi terlebih dahulu. Nenek pengemis itu sebenarnya adalah karma untuk mak Endit.
Itulah awal cerita terbentuknya situ bagendit. Situ (danau) bagendit (berasal dari nama Endit-bagendit).

Penunjang
Jika Anda berasal dari luar daerah dan ingin berkunjung ke banyak tempat di Garut, bisa juga menginap di sekitar kota garut, banyak tempat penginapan seperti hotel dan losmen. Biaya sewa kamar relatif murah, mulai dari Rp. 250.000 perkamar sampai dengan yang jutaan juga ada. Selain berkunjung ke situ bagendit, banyak wisata lain yang juga bisa jadi referensi seperti, Curug Cimandi, Candi cangkuang, Curug citiis, gunung guntur dan banyak lagi yang lain di Garut.