DANAU BIRU, SECUIL SURGA TANAH KOLAKA

Danau Biru
Pecinta petualang mesti singgah ke salah satu destinasi ini. Berada sekitar 320 km dari Kendari Anda hanya membutuhkan waktu setengah hari untuk sampai ke lokasi nan indah ini.
Kita pasti akan hanyut terbawa suasana ketenangan alam di kaki tebing batu karang setinggi ratusan meter itu. Suara gemericik air yang menetes membentur dinding-dinding bebatuan itu membuat susasana semakin hikmat. Bagi Anda yang suka melakukan meditasi, bisa juga memanfaatkan tempat ini untuk menenangkan diri. Duduk mengatur nafas dan tenang menikmati suara alam riak air, kicauan burung dan lainnya akan menambah  kesejukan jiwa.
Warna biru yang begitu memikat bagi siapa saja yang datang ke tempat itu. Rasanya menyesal sekali jika tidak menceburkan diri menikmati dinginnya air danau. Jangan heran jika dasar danau nampak jelas karena memang jernih sekali airnya. Ekosistem yang masih terjaga dengan baik tidak akan membuat pengunjung kecewa sebab sajian alam masih orisinil sebagaimana awal danau ini terbentuk.

LOKASI
Danau biru terletak di Desa Walasiho Kecamatan Wawo Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Tepatnya sekitar 10 kilometer dari sungai Tamborasi, Sungai terpendek di dunia.
Menariknya, di dekat lokasi danau ini terdapat pantai pasir putih melintang di sebelah danau. Jarak antara danu dan pantai sekitar 80 meter saja. Di tempat tersebut juga terdapat kamar mandi untuk bilas bagi siapa saja yang sudah mandi. Selain itu terdapat juga rumah panggung yang menghadap laut, tempat ini sengaja disediakan untuk pengujung.

Adanya mitos yang berkembang di masyarakat mengenai kelebihan tempat tersebut mejadikan tempat itu utuh terjaga. Konon tempat itu menaungi beberapa jenis ikan seperti baronang dan bandeng sehingga tersiar kabar jika orang yang mengkonsumsi ikan dari tempat itu berarti menantang bahaya. Inilah yang menjadikan ekosistem di sekitar danau tetap terjaga .

PERJALANAN
Untuk menuju lokasi bisa dilakukan dengan jalur darat maupun udara, target awal kita adalah kota Kendari, Ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara.

Jalur darat :
Jika dari Makassar bisa naik Bus jurusan Kendari-Makassar ditempuh dengan waktu sekitar 3-4 jam, tarif normal Rp 50 ribu.

Jalur Udara :
Dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dilanjutkan penerbangan ke bandara Sangia Nibandera Kolaka dengan maskapai Wings Air. Tarif sekitar 400-450 ribu rupiah.

Jalur Laut :
Jika Anda dari luar Makassar tujuan utama adalah Pelabuhan Makassar. Baru dilanjutkan menuju pelabuhan Bajo di Kabupaten Bone. Waktu yang ditempuh dari Pelabuhan Makassar sekitar 3 jam dengan tarif 60 ribu rupiah. Lalu dilanjutkan ke Pelabuhan Kolaka menggunakan kapal feri dengan tarif 60 ribu rupiah ditempuh dalam waktu 8 jam.

Setibanya di Kolaka Anda bisa menyewa taksi menuju Kecamatan Wawo, Kabupaten Kolaka Utara dengan tarif 720 ribu rupiah untuk kapasitas 4 orang. Waktu tempuh perjalanan sekitar 3 jam menggunakan taksi.

Sepanjang perjalanan menuju Kolaka Utara mata Anda akan dimanjakan dengan pemandangan pegunungan karst dan bebatuan vulkanik, rumah-rumah pedesaan, kebun cengkeh serta kebun kakao. Jalan menuju lokasi realtif bagus,meskipun masih ada beberapa tempat yang rusak namun kerusakannya tidak mencapai 50 persen dari total perjalanan.

AKOMODASI
Di Kecamatan Wawo belum ada penginapan, jadi jika ingin bermalam Anda bisa menuju Lasusua Ibukota Kolaka Utara. Di sana terdapat hotel sederhana seperti Hotel Berlian yang terletak di jalan Trans Sulawesi.

TUJUAN LAIN
Selain mandi dan berenang di danau Biru, Anda bisa menikmati keindahan pantai di dekat danau. Setelah puas dengan danau dan pantai bisa dilanjutkan dengan berbelanja dan wisata kuliner.
Anda bisa mencicipi berbagai macam variasi kuliner di Kabupaten Kolaka. Makanan khas setempat yang terbuat dari sagu disajikan secara terpisah dengan sayur dan lauk pauk dari ikan.
Anda juga bisa berbelanja membeli oleh-oleh khas Kendari. Makanan khas yang terbuat dari sari pati sagu dan kacang mete bisa Anda dapatkan di pasar tradisional Kendari. Tentu jangan sampai terlewatkan untuk membeli madu khas Kolaka.

Advertisements

AIR MANCUR RAKSASA DI LAUT KLAYAR

air mancur pantai klayar

Pacitan tidak habis-habisnya menyajikan keindahan alamnya. Sudah didaulat sebagai kota 1001 goa masih belum cukup untuk menggambarkan kekayaan Pacitan. Dari lautnya, Pacitan memberikan kejutan kepada para petualang dengan pantai Klayar.
Terletak di ujung timur pulau jawa, berbatasan dengan Wonogiri pantai Klayar belum seberapa terkenal. Namun secara lambat laun bergerak menjadi salah satu destinasi wisata laut di Jawa Timur. Sekitar satu tahun terakhir pengunjung pantai Klayar melonjak drastis, terbukti setiap akhir pekan Klayar penuh dengan pengunjung. Ditambah lagi dengan adanya Home Stay di lokasi pantai menjadikan para pengunjung betah berlama-lama menghabiskan liburannya di pantai indah ini.
Udara dingin terhembus dari arah pantai mengalahkan terik panasnya matahari di siang hari. Sebelum melampiaskan penasaran dengan deburan ombak laut timur jawa ini, pengujung bisa menikmati indahnya Klayar dari atas bukit. Sambil menikmati es kelapa muda, sekedar menghela napas selepas perjalanan menuju lokasi.

AIR MANCUR RAKSASA

Selain hamparan pasir putih yang sangat luas, Klayar juga menyajikan keunikan. Air mancur raksasa menjadi pesona tersendiri bagi para wisatawan untuk mengabadikannya. Air mancur ini terjadi karena tekanan gelombag air laut sehingga memaksa air masuk ke dalam lubang batu karang sehingga menyembur kuat ke atas. Kejadian alam ini memang sangat jarang sekali ditemui di dunia. Banyak sekali pengunjung yang tidak mau melewatkan untuk mengabadikan air mancur ajaib ini.
Kalau sedang beruntung, kita bisa mendengar suara suitan yang diakibatkan dari semburan kuat itu. Ya tapi ini jarang sekali, suara itu juga tergantung seberapa kuat semburannya. Tapi yang paling pasti kita bisa berfoto ria dengan latar air mancur raksasa itu.

JALAN BERLIKU DAN BUKIT KARANG
Berjarak sekitar 50 km dari pusat kota Pacitan, mungkin butuh waktu sekitar 1 jam untuk mencapai lokasi. Selama perjalanan kita akan melalui jalan yang berliku-liku melintasi perbukitan. Perbukitan yang penuh dengan batu karang ini dihijaukan dengan pohon-pohon jati tanaman warga sebagai hutan masyarakat.

RUTE AKSES
Kita hanya butuh sedikit berkorban waktu untuk mendapati keindahan alam Pantai Klayar. Karena untuk menuju ke lokasi belum ada angkutan umum, maka kita juga perlu fikirkan dengan apa kita menuju tempat itu.
Ada tiga jalur akses menuju Pantai Klayar, kita bisa menggunaka mobil pribadi atau sewa dan bisa juga menggunakans sepeda motor. Dengan kendaraan itu kita bisa menuju lokasi tanpa berjalan kaki, karena kendaraan bisa diparkir di tepi pantai.

Dari Jogja :

Jika kita dari Jogja kita bisa mengambil rute Jogja-> Wonosari-> Pracimantoro-> Giri Belah-> Punung-> Pantai Klayar. Perjalanan bisa memakan waktu sekitar 2 jam dengan jarak tempuh sekitar 90 km.

pantai klayar pacitan

Eyang Gangsa, Abadi dalam Curug

Cigangsa

Cigangsa berasal dari nama seorang yang diabadikan untuk sebutan salah satu air terjun di kawasan Sukabumi Jawa Barat. Keindahan curug Cigangsa diperkirakan terbentuk dari peristiwa gempa beberapa kali sehingga menciptakan ‘joglangan’ dengan dinding batu. Berbentuk dua tingkatan tangga air terjun mengaliri dinding batu dengan debit air yang terbilang kecil. Sehingga aliran air tidak begitu kuat, itu karena bagian atas curug dibuat bendungan untuk irigasi. Namun juga pintu irigasi dibuka maka debit air juga akan besar.

Batu Masigit

Salah satu pesona keunikan curug Cigangsa adalah adanya batu yang berbentu kubah masjid, sehingga orang setempat menyebut ‘batu masigit’ (batu masjid). Selian itu juga hamparan sawah hijau dan keramaha warga setempat juga membuat kita betah berada di sana. Kita bisa meminta bantu warga setempat untuk menjadi pemandu wisata dan kita bisa menikmati sepuasnya curug Cigangsa.

Tempat

Tepatnya, Curug Cigansa berada di Dusun Batu Susuhunan, Desa Surade Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi Propinsi Jawa Barat.Berjarak 10 km kearah selatan Sukabumi atau 1 km dari kota Kecamatan Surade. Berdekatan juga dengan curug Cikaso yang bisa ditempuh jalan kaki dengan waktu kurang lebih 30 menit.

Rute Menuju Lokasi

Apabila kita berangkat dari Jakarta menuju Sukabumi kita akan menemui pertigaan tugu Surade
Tidak ada petunjuk arah untuk menuju curug Cigangsa, jadi harus tanya-tanya untuk sampe sana. Biasanya mobil diparkir di depan rumah warga sekitar Curug Cigangsa. Memang belum seberapa terkenal dikelola oleh masyarakat dengan sekedarnya. Perhatian dari pemerintah juga belum bisa memaksimalkan situs wisata nan indah ini. Biaya parkir hanya Rp. 12.000 per mobil dan tiket masuk hanya Rp. 3.000 perorang. Murah sekali bukan?
Kita harus berjuang dengan berjalan kaki melintasi persawahan dan menyusuri serta menyeberangi sungai. Belum selesai sampai di situ, bila ingin menikmati keindahan air terjun dari bawah kita masih perlu menuruni tebing curam dan licin. Perlu hati-hati untuk sampai ke bawah mungkin perlu waktu sekitar 20 menit untuk sampai ke bawah tebing.
Tapi yakinlah, rasa capek akan hilang karena sajian alam yang indah dan menyejukkan mata. Akan menjadi tempat yang indah, studio alam untuk berfoto ria.

curug cigangsa

Jika Anda seorang backpacker

Sekedar jadi referensi:
Jakarta/Bandung-> Sukabumi-> Lembur Situ-> Surade-> Ujung Genteng
– Jakarta/ Bandung -> Sukabumi Rp. 40.000 (Bus pariwisata)
– Sukabumi-> Lembur Situ Rp. 6.000
– Lembur Situ-> Surade-> Rp. 20.000-27.000
– Surade-> Curug Cigangsa Rp. 20.000 per orang
Perjalanan bisa ditempuh dalam waktu 10-12 jam

Jika Anda menggunakan mobil pribadi atau sewa :
– Rute 1 : Jakarta -> Ciawi -> Cicurug -> Cibadak -> ditempuh sekitar 2,5 jam kemudian dari Cibadak -> Pelabuhan Ratu -> Cikembar -> Jampang Kulon -> Surade -> Ujung Genteng total perjalanan bisa mencapai 8,5 jam.
– Rute 2 : Jakarta -> Ciawi -> Cicurug -> Cibadak -> Sukabumi -> Jampang Tengah -> Jampang Kulon -> Surade -> Curug Cigangsa ditempuh kurang lebih 7 jam.

Bagi yang ingin meneruskan petualangan bisa dilanjutkan ke tempat yang lain berdekatan dengan curug Cigangsa seperti Curug Cikaso, Curug Ciniti dan lainnya.

Coban Talun, Persembahan alam Jawa Timur

Coban Talun

Satu lagi persembahan dari Jawa Timur, Air Terjun Coban Talun dengan segala pesonanya akan mengantarkan kita pada kepuasan jiwa. Memiliki ketinggian sekitar 75 meter dengan diameter kurang lebih 15 meter dengan pemandangan yang elok di sekitarnya. Bukan hanya air terjun yang membagi kesejukan bagi seluruh pengunjung, tempat ini juga menyimpan banyak pesona. Gemuruh air terjun tentu salah satu yang dirindukan pengunjung. Mandi di kolam pelimpahan air, berendam tentu mengasyikkan sekali, apalagi kalau kita sempatkan untuk berkemah di sekitar air terjun tentu kesan tersendiri bisa menghabiskan malam dengan dinginnya hutan Batu.
Panorama Alam Coban Talun sangat indah mempesona. Batu besar dan batuan berwarna putih yang mendominasi isi sungai, menjadikan kita betah untuk berlama-lama di sana. Kawasan ini malah sudah sering dijadikan area camping ground.

Tempat
Coban Talun berada di kawasan wisatan Bumi Perkemahan Malang, di lereng gunung Arjuna Welirang. Tepatnya di dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Malang. Karena pintu masuk Coban Talun berada di tepi jalan raya di mana lalu lintas angkutan umum melalui situ, maka bukan hal yang sulit untuk menemukan Coban Talun.

Kunikan
Apabila cuaca sedang cerah, maka butiran air yang terhempas angin akan menimbulkan warna pelangi yang sangat indah dan mempesona. Warna pelangi tersebut dapat kita nikmati sepanjang hari di sekeliling tempat curahan air dari atas. Sungguh perpaduan warna sebagai sajian alam yang eksotis.
Namun satu hal yang menjadi catatan, apabila turun hujan maka pengunjung harus meninggalkan lokasi. Untuk menjaga keselamatan, karena saat terjadi hujan deras dikhawatirkan akan terjadi banjir.
Satu lagi, di dekat air terjun terdapat gua peninggalan jepang, tepatnya di dekat aliran air sungai. Namun untuk mencapai ke gua yang berhuruf T itu perlu sedikit perjuangan.

Fasilitas
Karena perhatian yang serius dari pemerintah Kota Batu, maka tempat ini juga dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang membuat para pengujung nyaman. Fasilitas yang ada di objek wisata ini antara lain kamar mandi, WC, air bersih, persewaan tenda, kayu bakar, lampu minyak, generator, dan perlengkapan lain yang berhubungan dengan kegiatan alam.
Bagi yang ingin praktis, tempat ini juga menyediakan warung-warung yang berjejer dengan rapih di pintu masuk. Ada warung makan, warung cindera mata, dan oleh-oleh lain seperti tanaman hias, tanaman buah, stroberi, apel dan berbagai mancam sayuran tentunya khas Kota Batu. Ada juga makanan olahan dari hasil tanaman lokal Batu.

Akses
Jalan untuk menuju Coban Talun masih tananah dan setapak, jadi hati-hati jangan sampai anda terpeleset atau terperosok. Kalau sampai keseleo gara-gara tidak waspada, bisa gagal rencana buat menikmati keindahan alam Coban Talun. Letak yang cukup ekstrem di dekat tebing tinggi, jalannya juga masih dikelilingi rumput dan semak-semak. Namun banyak pengujung yang di sana, ya jangan khawatir kalau tempat ini sepi.
Target pertama kita dalah Terminal Batu, baru dari situ kita naik angkot warga orange dengan tujuan Selecta-Coban Talun, kita bisa minta langsung di turunkan di pintu masuk Coban Talun. Mudah sekali bukan?.

coban talun2

Situ Bagendit, Keindahan dibalik legenda

Situ bagendit
Situ (Danau dalam bahasa sunda) sudah ada sejak tidak tahu kapan orang menghuni Garut. Situ Bagendit berada dekat dari kota Garut, hanya butuh waktu 4-5 menit untuk sampai ke Situ Bagendit. Bisa juga menggunakan jasa andong alias delman.
Jika beruntung kita berkunjung pada saat langit cerah, akan menambah keindahan alam Garut. Ada rakit yang disiapkan pengelola wisata untuk menikmati jernihnya air danau. Kegiatan lain bisa dinikmati sekaligus melepas penat, seperti arena bermain dan pasar rakyat.

Legenda
Konon pada jaman dahulu terdapat suatu kampung dengan penduduk petani. Hasil pertanian mereka selalu bagus dan melimpah, namun kehidupan masyarakatnya tetap saja miskin. Para penduduknya hidup susah, dan hasil panennya tidak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya sampai panen kembali.
Hidup seorang juragan namanya Mak Endit. Ya, mak Endit inilah satu-satunya pengepul hasil panen padi masyarakat desa. Ia orang terkaya di desa itu, sehingga hidupnya berlebih dan sering berfoya-foya. Mak Endit punya centeng yang banyak, ia memonopoli penjualan hasil sawah dengan harga yang rendah. Jika ada yang menolak maka centeng tidak segan-segan melakukan kekerasan atas perintah mak Endit.
Singkat cerita, datanglah seorang nenek pengemis yang hendak minta sedekah ke rumah mak Endit. Alih-alih bukan sedekah yang diberikan malah cacimaki dan amarah yang keluar dari mulutnya. Dengan sangat marah nenek pengemis kemudia menancapkan tongkatnya dan menantang mak Endit untuk mencabutnya.Dengan sombong mak Endit mencabut tongkat namunt tidak berhasil, begitu juga dengan seluruh anakbuah mak Endit.
Akhirnya sang nenek mencabut tongkat dan bekasnya mengeluarkan air yang sangat deras, membanjiri seluruh desa. Mak Endit tak sempat menyelamatkan hartanya sehingga mereka tenggelam.
Sebelum menemui mak Endit, nenek telah memberikan kabar kepada warga setempat untuk mengungsi terlebih dahulu. Nenek pengemis itu sebenarnya adalah karma untuk mak Endit.
Itulah awal cerita terbentuknya situ bagendit. Situ (danau) bagendit (berasal dari nama Endit-bagendit).

Penunjang
Jika Anda berasal dari luar daerah dan ingin berkunjung ke banyak tempat di Garut, bisa juga menginap di sekitar kota garut, banyak tempat penginapan seperti hotel dan losmen. Biaya sewa kamar relatif murah, mulai dari Rp. 250.000 perkamar sampai dengan yang jutaan juga ada. Selain berkunjung ke situ bagendit, banyak wisata lain yang juga bisa jadi referensi seperti, Curug Cimandi, Candi cangkuang, Curug citiis, gunung guntur dan banyak lagi yang lain di Garut.

Uniknya Pantai Ngurtafur

Indonesia Timur memang tidaka ada habis-habisnya memberikan kejutan. Maka buka sesuatu yang berlebihan jika sepenggal surga jatuh ke Indonesia. Ngurtafur sebuah pantai di kawasan Maluku tepatnya di kepulauan Kei, Maluku Tenggara. Jika ingin berjemur, snorkeling, dan menyelam inilah rekomendasi yang tepat. Selain air laut yang tenang, jernih dan bersihnya air hingga kita bisa melihat terumbu karang dari kapal.

ngurtafur

Pasir Putih membelah laut
Hamparan pasir putih sepanjang 2 kilometer menjulur dari kelaut dari pulau warbal. Dengan lebar sekitar 7 meter inilah keunikan dari pantai Ngurtafur. Kita seolah-olah bisa berjalan di tengah laut, hanya hamparan pasir seluas 7 meter itulah tempat kita berpijak. Selain hamparan pasir yang membuat Anda berdiri di dua pantai, di tempat ini juga terdapat penyu belimbing. Spesies hewan langka ini terdapat penangkaran yang dikelola oleh World Wide Found for Nature (WWF). Orang setempat menyebut penyu belimbing ini dengan nama Tabob.

Burung Pelikan Australia
Tempat ini juga sering menjadi tempat persinggarah bagi sekelompk burung Pelikan Australia (Australian Pelican). Burung dengan paruh terpanjang di dunia ini sering singgah berkelompok sekedar untuk mencari mangsa sebelum kembali terbang ke habitatnya. Meskipun tidak setiap saat Anda bisa ketemu dengan burung-burung dengan paruh yang bisa berubah seperti kantung ini beruntung jika bisa bertemu.

Australian Pelican1

Akses
Jika ingin menempuh dengan jalur laut, tujuan utama kita adalah Pelabuhan Kota Tual dengan menumpang kapal Pelni selama 20 jam dari Ambon. Baru kemudian dari Pelabuhan Kota Tual kita meneruskan perjalanan ke Pelabuhan Ngurbloat dengan menggunakan kapal motor. Perjalanan bisa memakan waktu selama 2 jam atau lebih tergantung kecepatan kapal dan cuaca. Tarif kapal motor biasanya antara Rp.750.000 s.d Rp. 1 juta untuk layanan Pergi-Pulang. Bagi yang memiliki waktu panjang untuk berlibur bisa saja menempuh jalur laut, selain murah kita bisa menikmati sunrise dan sunset selama perjalan laut. Hal yang terkadang tidak terprediksi adalah perubahan jadwal pelayaran kapal Pelni.

Untuk perjalanan jalur udara, terdapat pesawat perintis Susi Air dengan tujuan bandara Damatubun. Dari Damatubun perjalanan dilanjutkan menuju pantai Ngurbloat. Barulah dari Ngurbloat dilanjutkan menuju Ngurtafur.

Hal-hal yang perlu diperhatikan bahwa di pantai Ngurtafur tidak ada warung atau supermarket. Jadi disarankan untuk membawa bekal makanan secukupnya untuk keperluan selama kita berada di Pantai Ngurtafur. Keperluan lain-lain seperti sunblock, kacamata hitam juga jangan lupa bawa kantong untuk wadah samapah. Kita harus tetap menjaga kebersihan dan jangan menimbulkan pencemaran agar keindahan pantai tetap bisa dinikmati hingga generasi mendatang.

Bagi yang ingin berlama-lama menikmati pantai-pantai Maluku kita bisa menginap di Nginglof atau Ngursamadan. Ada beberapa pilihan diantaranya Home Stay Evalin di pantai Ngurbloat, Philip Home Stay di pantai Ngursamadan atau Coaster Cottage di Ohoililir. Adapun tarif penginapan di sana bisa dibilang tergolong murah cukup siapkan uang antara Rp. 150.000 s.d Rp. 300.000 kita sudah dapat fasilitas penginapan.

Ranu Kumbolo, secuil surga di kaki Mahameru

ranu kumbolo sip

Bagi para pendaki, Ranu Kumbolo bukan yang asing lagi. Danau air tawar yang memiliki luas kurang lebih 15 hektare ini memiliki pesona yang sangat sulit mata menolaknya. Menyambut matahari yang muncul dari arah timur telaga diantara kedua bukit akan menimbulkan kesan tersendiri. Belum lagi kabut putih yang mulai turun disore hari dipadu dengan air danau yang tenang sungguh panorama yang tidak dapat diterjemahkan dengan kata-kata. Ditambah ketika malam hari, kita dapat mengabadikan indahnya gugusan bintang galaksi bima sakti yang membius mata.
Seiring dengan populernya fil 5 CM berdampak pada peningkatan jumlah pengunjung yang penasaran untuk mendaki gunung Semeru. Dan inilah sumber air bersih setelah pendakian setinggi 2400 mdpl. Para pendaki biasanya transit dan berkemah di sekitar danau ini sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke puncak mahameru. Akan tetapi juga tidak sedikit orang yang hanya mendaki sampai di sini saja lalu mereka menghabiskan waktu untuk berkemah.
Jangan remehkan udara dingin Ranu Kumbolo, saat cuaca cerah malam hari udara bisa mencapai minus 5 derajat celcius. Maka jangan lupa untuk membawa peralatan secukupnya agar kita tidak terjebak keadaan yang bisa berakibat fatal.
Maka perlu disiapkan peralatan seperti sliping bag, baju tebal/ jaket (utamakan yang tahan air), kaos kaki, kaos tangan, penutup kepala dan telinga dan juga tenda parasit.
Selain persiapan peralatan yang perlu diperhatikan tentu persiapan fisik. Karena pendakian hingga sampai ke danau Ranu Kumbolo saja bakal menguras energi yang sangat besar apalagi kalau sampai ke puncak Mahameru.
Sebaiknya lakukan latihan-latihan kecil seminggu atau dua minggu sebelum berangkat. Latihan seperti jogging, gyim atau lari untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Jangan lupa juga persiapkan fotocopy KTP minimal 3 lembar, surat keterangan dari dokter dan materai. Karena sebelum melakukan pendakian menuju Ranu Kumbolo pendaki akan diminta untuk melakukan registrasi dan melampirkan berkas-berkas tersebut.

ranu kumbolo sunrise

Akses Menuju Ranu Kumbolo
Ranu Kumbolo berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, diantara kabupaten Lumajang dan Malang Jawa Timur. Jika menempuh perjalanan udara kita bisa memilih mendarat di di Bandara Abdurrahman Saleh. Sedangakan jika ditempuh melalui jalur kereta api kita bisa mendarat di stasiun kota baru. Setelah itu kita bisa mencari angkutan umum menuju terminal Tumpang. Dari terminal Tumpang perjalanan bisa dilanjutkan dengan menyewa mobil atau ojek yang ditawarkan penduduk di sekitar Ranu Pani. Biaya masuk kawasan wisata hanya Rp. 20.000 saja untuk satu tenda dan Rp. 10.000 untuk setiap pendaki.

Pantai Simeulue, Surganya peselancar

Pantai Simeulue1

Pulau Simeulue merupakan pulau yang berada di bagian barat pulau sumatera. Sekitar kurang lebih 150 kilometer dari lepas pantai barat Aceh. Pulau Simeulue merupakan salah satu bagian dari pulau yang dalam pemerintahan Kabupaten Simeulue. Keberadaannya yang jauh terisolasi di tengah samudera hindia membuat tempat ini tidak terpengaruh dengan hiruk pikuk daratan Aceh.
Dahulu pulau ini terkenal dengan penghasil cengkehnya. Namun sekarang para penduduk Pulau tersebut banyak memilih beralih ke perkebunan sawit dan tanaman holtikultura karena cengkeh sudah kurang menghasilkan. Daratan yang hanya seluas hampir 200 hektare ini dihuni oleh seluruh penduduk yang beragama Islam. Masyarakat sana berperawakan kulit kuning langsat dan mata sipit seperti layaknya keturunan Tionghoa. Bahasa yang mereka gunakan juga berbeda dengan orang-orang di Aceh daratan.
Karena berhubungan dengan laut lepas Samudera Hindia wisata laut di Pulau ini sarat dengan gelombang yang besar dan tinggi. Tentu ini sesuatu yang sangat diburu bagi para turis yang gemar berselancar. Dengan ketinggian ombak mencapai 5 meter membuat para peselancar ini betah dalam menyalurkan hobinya.
Pulau ini masih tergolong sepi, karena memang belum dikelola dengan maksimal seperti tempat-tempat wisata lain layaknya Bali atau Lombok. Namun untuk urusan sensasi berselancar dan berpacu dengan ombak tempat ini tidak kalah dengan Bali atau Lombok.
Di sekitar pulau Simeulue terdapat beberapa lokasi strategis yang cocok sekali untuk berselancar diantaranya yaitu Pantai Matunurung Busung, Pulau Mincau, Pulau Teupah dan sebagaianya.
Jika tidak hobi berselancar, bisa juga menikmati keindahan bawah laut yang masih utuh dan alami serta bening airnya. Anda dapat menyelam atau snorkling untuk menyaksikan langsung betapa indahnya pemandangan bawah laut Simeulue. Mancing juga bisa menjadi salah satu pilihan untuk menikmati liburan di sini.
Untuk menuju kawasan ini, kita bisa menggunakan Kapal Feri atau melalui jalur udara. Bila ingin perjalanan darat ditempuh dalam waktu 12 jam dari medan menuju Tapak Tuan biayanya hanya Rp. 75.000 dan dilanjutkan perjalanan menuju Simeulue dengan waktu 8 jam.
Untuk jalur udara, Anda bisa menggunakan pesawat terbang dengan menempuh perjalanan kurang lebih satu jam dari medan menuju Sinabang, Ibukota Simeulue dengan tarif sekitar Rp.500.000 sampai Rp.700.000.
Bagi yang ingin menginap, cukup sediakan uang Rp. 200.00-300.000 Anda sudah bisa menikmati fasilitas penginapan yang cukup nyaman untuk menikmati malam di Simeulue.
Ikan-ikan segar hasil tangkapan para nelayan juga bisa Anda nikmati dengan harga yang terjangkau. Antara Rp.10.000 – Rp. 15.000 saja Anda bisa menyantap satu porsi hasil laut Simeulue dengan berbagai pilihan olahan.

Pantai Simeulue

Tolire, Danau Kutukan?

Tolire

Jika kita berjalan-jalan ke Maluku sayang jika mewatkan untuk mampir ke Danau Tolire. Danau yang berada di kaki gunung Gamalama ini memiliki keunikan dengan cerita legenda yang berkembang di masyarakat.
Danau yang yang masih terjaga keasliannya hingga kini sangat menarik perhatian dan penasaran para wisatawan. Bukan hanya wasatawan domestik, wisatawan mancanegara pun turut mendatangi situs ini. Cukup 10 menit dengan mobil melewati jalan mulus dari pusat kota Ternate kita sudah bisa sampai ke lokasi.
Bisa dengan menyewa mobil dengan tarif sekitar 250 ribu perhari atau menggunakan jasa ojek.
Konon tempat itu awalnya adalah sebuah desa yang damai dan hidup tenteram seluruh penghuninya. Berawal dari seorang ayah yang menhamili anak kandungnya sendiri, desa ini kemudian anjlok dan berubah menjadi danau. Kejadian itu sesaat bersamaan dengan sang ayah dan anaknya akan pergi meninggalkan desa tersebut. Bisa dibilang danau itu terbentuk karena kutukan. Danau Tolire besar adalah tempat berdiri sang ayah sedangkan danau Tolire kecil adalah tempat berdiri sang anak. Danau Tolire besar dan kecil letaknya berdekatan hanya sekitar 200 meter saja.
Selain kisah proses terjadinya danau Tolire ada kisah juga kalau di dasar danau itu terdapat harta karun milik kesultanan ternate. Masyarakat kesultanan ternate mengumpulkan harta kekayaan mereka lalu ditenggelamkan dalam danau tersebut saat portugis datang menjajah pada abad ke-15. Mereka memilih untuk mengubur harta mereka ketimbang harus dijarah dan diambil oleh penjajah.
Hal unik yang lain juga adanya rumor tentang penghuni danau. Sampai saat ini tak ada satu warga pun yang berani mengambil ikan dan mandi di danau tersebut. Padahal dalam danau itu pasti terdapat banyak macam jenis air tawar. Tapi warga meyakini danau itu dihuni oleh siluman buaya putih.
Kalau Anda merasa kuat boleh tes, lempar batu sekuat tenaga.Kabarnya belum ada seorang pun yang bisa melempar benda hingga mencapai ki air danau meskipun sekuat tenaga apapun. Disekitar danau ada yang jual batu untuk dilempar, Anda bisa beli dan pecahkan rasa penasaran Anda.
Itulah Danau Tolire, cekungan yang mirip loyang raksasa ini menyimpan banyak misteri. Hingga hari ini belum ada seorangpun peneliti yang berusaha mengungkap fakta dibalik legenda Danau Tolire. Hamparan seluas kurang lebih 5 hektare itu tetap terjaga lestari dan murni yang bisa dinikmati keindahannya dari generasi ke generasi hingga kini.

Bebatuan Eksotis Telawas

Pantai Telawas

Lombok seakan tidak ada habisnya menawarkan keindahan dengan kejutan-kejutan alam yang membuat kita terbelalak. Mata ini terasa semakin dimanjakan seakan-akan kita berada di beranda surga. Mau dari sisi mana kita menghadiri Lombok Nusa Tenggara Barat kita akan disambut dengan pesona alam tanah timur Indonesia.
Ya. Pantai telawas Lombok Tengah, sederet dengan Pantai Semeti, Pantai Munah dan Pantai Selau. Namun setiap tempat mengundang kekaguman dengan pesonanya masing-masing. Dengan demikian bisa sekali jalan kita mengunjungi beberapa tempat sekaligus. Itung-itung hemat,kalau tidak cukup waktunya ya minep saja.
Dari Kota Mataram kita membutuhkan waktu antara 1,5 sampai dengan 2 jam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor. Tidak ada angkutan umum untuk menuju ke lokasi, kita bisa menggunakan mobil pribadi atau sewa.Usahakan menggunakan mobil yang cukup tinggi, karena akan melewati jalan yang akan mengguncang tempat duduk Anda. Mobil pendek semacam sedan jangan harap bisa ke sana, karena jalannya berlubang-lubang, dan banyak batu-batu bisa-bisa malah nyangkut.
Lelah selama perjalanan yang bisa memakan waktu 2 jam akan terbayar dengan deburan ombak bagaikan waterboom alami. Gelombang yang sangat besar yang kemudian menghantam bukit-bukit batu itu akan memecahkan kejenuhan dalam diri. Suara Gemuruhnya
Untuk masuk ke lokasi sepertinya tidak ada tiket resmi, siapkan saja 5 sampai 10 ribu untuk mobil. Sekedar untuk jasa parkir tidak akan menghabiskan 100 ribu. Apalah artinya receh belum ada apa-apanya dibanding dengan keindahan yang bisa kita nikmati sepanjang hari.
Jangan lupa menggunakan alas kaki karena kita bakal manjat-manjat bukit-bukit batu. Bahaya kalau kulit kaki Anda tipis bisa-bisa lecet karena bisa jadi kita menginjak batu yang tajam. Jangan lupa kamera full baterai dan memori yang cukup karena kita akan hunting foto jangan sampai terlewatkan satu sudut pun dari Pantai Telawas.

Pantai Telawas1